Hidup bagaikan menaiki kereta

by - Oktober 06, 2021

Hidup bagaikan sebuah perjalanan menaiki kereta. Dengan stasiun-stasiun pemberhentiannya dengan perubahan-perubahan rute perjalanan dan dengan peristiwa-peristiwa yang menyertainya. Kita mulai menaiki kereta ini ketika kita lahir ke dunia. Orang tua kita yang memesankan tiket untuk kita.

Kita menduga bahwa mereka akan selalu bersama kita dalam perjalanan. Setiba di suatu stasiun, ternyata orang tua kita hanya mengantar sampai ke stasiun kereta dan meninggalkan kita sendirian dalam perjalanan ini.


Waktu berlalu, dan penumpang lain akan menaiki kereta yang kita tumpangi ini. Banyak di antara mereka akan menjadi orang yang berarti dalam hidup kita. Pasangan kita, teman-teman, anak-anak, dan orang-orang lain yang kita sayangi. Banyak di antara mereka yang akan turun dari kereta yang kita tumpangi selama perjalanan ini. Dan meninggalkan ruang kosong dalam hidup kita.

Banyak di antara mereka yang akhirnya pergi tanpa kita sadar. Bahkan, kita tak tahu di mana mereka duduk dan kapan mereka meninggalkan kereta. Perjalanan kereta kehidupan ini penuh dengan suka, duka, impian & harapan, ucapan “halo”, “selamat tinggal”, cinta & air mata. Perjalanan yang indah akan diwarnai dengan saling menolong, saling mengasihi dan hubungan baik dengan seluruh penumpang kereta. Dan memastikan bahwa kita memberi yang terbaik agar perjalanan mereka nyaman…

Satu misteri dalam perjalanan yang memesona ini adalah, kita tak tahu di stasiun mana kita akan turun. Maka kita harus hidup dengan cara yang terbaik, menyesuaikan diri, memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain, dan memberikan yang terbaik yang kita miliki! Sangat penting untuk melakukan semua itu. Sebab, bila tiba saatnya bagi kita untuk meninggalkan kereta, kita harus meninggalkan kenangan indah bagi mereka yang meneruskan perjalanan setelah kita tiada.


You May Also Like

0 comments