Belajar Menahan Amarah

by - Oktober 25, 2021

Setiap orang punya caranya sendiri untuk meredakan rasa kesal mungkin bisa karena kecewa atau gagal dalam hal, suatu saat ketika rasa kesal menghampiri saya lebih suka berbaring sambil membaca lebih kepada untuk menghindari amarah. Kecenderungan orang marah adalah ingin selalu lebih tinggi, dan lebih tinggi. Semakin dituruti, dia semakin ingin lebih tinggi. Dengan posisi lebih tinggi, dia bisa melampiaskan amarahnya sepuasnya. Rasulullah bersabda: "Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR. Ahmad, Abu Daud dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).



Jadi, marah dalam Islam sendiri bukanlah hal yang baik. Meski Nabi Muhammad SAW pernah marah, namun ia lebih mengutamakan sifat pengampunnya. Dalam hadisnya Rasulullah SAW menyampaikan, orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat. Namun orang yang mampu menahan amarahnya. "Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim).

Suatu ketika saya rasa kesal tiba karena saya merasa kecewa dengan pekerjaan yang tidak pernah terselesaikan tepat waktu dan aku pun memilih untuk berbaring di kamar sambil membaca, tiba-tiba dengan rasa penasarannya karena aku selalu diam dan lebih memilih tertidur, anak bertanya "kenapa ayah sakit, aku lihat dari tadi ayah tiduran terus enggak biasanya", lalu aku pun hanya menjawab dengan tersenyum.

Saya yakin ketika rasa kesal itu tiba dan apalagi sudah memuncak dan sedikit saja kesalahan di sekitar kita pasti akan kena dampaknya dan amarah tidak terkendalikan. ketika amarah tiba hal yang paling sulit dikendalikan adalah perkataan tentu dampaknya luar bisa apalagi terhadap keluarga kita sendiri dan orang lain.

Dan aku pun teringat akan Hadits yang aku baca. tentang marah Hadits ini diceritakan oleh Humaid ibnu Abdur Rahman.

"Barang siapa menahan amarah, sedangkan dia mampu untuk melaksanakannya, maka Allah kelak akan memanggilnya di mata semua makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari manakah yang disukainya."

You May Also Like

0 comments