Inspirator Muda: Mengenal Ahmad Fatah Yasin A, Penggagas InsanMedia



Dalam mengarungi zaman yang semakin modern, tentu banyak sekali hal yang munkin berbeda dengan zaman orang tua kita dulu. Di didik dari keluarga yang sederhana, seorang pemuda besar dengan bakat dan kepribadian yang luar biasa.

Dia adalah Ahmad Fatah Yasin Al Azmi. Namanya kerap di anggap meniru Pelantun sholawat Cinta Dalam Istikharah, yaitu Gus Azmi dari Jamiah Hadroh Syubbanul Muslimin Probolinggo. Padahal nama asli dari dia sendiri memang ada kata Al Azmi di belakang yang di berikan oleh orang tuanya. Hal ini sangat wajar karena mengingat nama Azmi sedang naik daun di Indonesia, terutama di kalangan anak Muda.

Kehidupan sederhana yang berada di lingkungan Islami, membuat ia tumbuh menjadi pemuda yang peduli dengan Agama. Hal itu terlihat dari gaya hidup dan pengetahuan ia tentang Agama. Dalam penguasaan kitab Jurumiah ia juga sudah sangat memahami. Hal ini tentu menjadi nilai plus tersendiri baginya.

Satu kelas di SMK selama 3 tahun, membuat saya paham dan mengenal dalam tentang dia. Maklum saja, kami sering sebangku selama 3 tahun di SMK.

Melihat keadaan anak muda yang lebih mengarah pada hal negatif, menjadikan ia berfikir ulang dalam bergaul. Susahnya mencari teman yang sepemikiran membuat ia berfikir bagaimana mengisi kegiatan di sela senggangnya. Dari kecintaannya terhadap agama, ia terinspirasi membuat wadah untuk berbagi ilmu agama supaya bisa di bagikan kepada orang-orang di seluruh antero negeri.

InsanMedia menjadi nama yang ia pilih untuk menamai wadah dan perusahaan yang ia rintis. Yang di bawahnya nantinya menaungi banyak sekali cabang perusahaan yang akan bergerak di berbagai bidang. Pemikiran seperti ini sebenarnya sangat jarang di pikirkan anak muda zaman sekarang. Apalagi sampai mau meritis.

Semua itu memang masih menjadi wacana, bisa dikatakan baru 4% lankah yang di ambil untuk mewujudkan semua itu. Perjuangan dia juga masih di lakukan sampai sekarang.

Merantau ke Malang dan ke Semarang seorang diri demi belajar untuk mengembangkan usahanya di lakukan. Itulah sifat dia yang selalu ingin belajar. Bisa di katakan sebenarnya dia itu sudah cukup pintar, baik dari ilmu Matematika untuk menganalisis usaha dan Ilmu Teknologi sudah cukup mumpuni. Namun rasa rendah diri dia menjadikan ia mencoba terus belajar sampai saat ini.

Gaya bicaranya yang terkadang nylenehh menjadikan ia sosok yang ramah tapi humoris. Tidak suka jajan dan sangat menghargai uang ataupun waktu yang ada. Selalu berada di kelas ketika istirahat, dan selalu melaksanakan tugas ketika mendapatkan tugas menjadikan ia menjadi salah satu siswa teladan di SMK, tidak hanya itu, dia juga meraih peringkat 1 Pararel di SMK selama kurang lebih 2 tahun.

Semua prestasi itu munkin biasa bagi sebagian orang, tapi gerakan ia untuk membangun usaha seharusnya bisa menjadi hal yang luar biasa, apalagi usaha yang berdasarkan agama, Demi ikut mensyiarkan agama Islam. Saya katakan luar biasa hal ini karena sebagian orang berprestasi hanya bermentalkan karyawan, bukan Bos, apalagi posisi ia saat ini baru lulus SMK.

Teringat kata dari babeh Haikal, " Pemuda dulu itu selalu berfikir bagaimana Islam bisa tegak di negeri ini, maka tegaklah islam di negeri ini ". Kurang lebih itu yang saya ingat. Jadi bisa di katakan apa yang kita fikirkan dan kita perjuangkan saat ini menentukan nasib kita dan bangsa kita di suatu masa yang akan datang.

Hal lain yang saya kagumi dari dia adalah dia sangat menjaga sekali dengan yang namanya asmara, ya bisa di katakan di zaman sekarang sangat sulit menjaga semua itu. Sebenernya dia juga pernah hampir kesandung masalah seperti itu, tapi ia dengan mudah mengingatkan diri dia sendiri, bahwa apa yang ia lakukan salah, sehingga ia bisa kembali bebas dari sebuah hal yang munkin bisa menjerumuskan ia dalam dosa.

Dari kejadian tersandung asmara itu, ada kejadian unik yang ia anggap bisa menjadi pelajaran bagi pemuda-pemudi dalam menangani asmara yang bisa melanda kapan saja. Kejadian unik itu dia abadikan dalam sebuah novel yang berjudul " Di Balik Indahnya Sholawat " dari judulnya cukup menarik. Namun buku itu belum terbit, menurut Info yang saya dapat, buku itu masih dalam penyusunan tahap terakhir.

2 Responses to "Inspirator Muda: Mengenal Ahmad Fatah Yasin A, Penggagas InsanMedia"

  1. Terima kasih untuk artikelnya. Selanjutnya saya juga ingin memposting tentang diri anda.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

DomaiNesia