Minggu, 25 Maret 2018

Sudah Hijrah Tapi Masih Sering Baper?


Assalamu'alaikum Wr. Wb
Hehe... Saya sendiri merasa aneh ketika menulis artikel ini, hehe.. :) dua hari tidak nulis di blog ini jadi keinget masalah ini. yang sudah lama terpendam tapi baru kali ini bisa saya tulis di blog ini. saya merasa aneh karena hal ini palah sering saya alami, munkin sama dengan kalian?

Baper atau Vaper?

kata vaper adalah plesetan kata yang saya buat sendiri, jadi artinya sama aja dengan baper, wkwk... yang saya bahas adalah tentang baper. jadi jelas kan arahnya mau kemana?

Ya resiko jadi remaja di jaman now, walaupun kita sudah berusaha hijrah, tetap saja rasa baper pasti ada ketika melihat sesuatu yang mengingatkan kita tentang mantan, hehe.... tentunya banyak hal yang mengingatkan kita dengan si dia. baik dari kisah romantis film, atau liat cewe bagi laki-laki dan masih banyak lagi.

Hal itu menurut saya sedikit wajar, saya bilang sedikit wajar bukan wajar.

Menurut saya, baper yang tidak wajar adalah ketika kita baper karena chat dengan lawan jenis kita atau berhubungan kontak secara langsung itu tidak wajar menurut saja. dalam menuju perjalanan hijrah, kita seharusnya menjauhi hal itu, menjauhi chat dengan lawan jenis. chatlah ketika memang perlu meng-chat, tapi jika hanya sekedar bertanya udah makan belum? dan sebagainya, saya sarankan jangan.

Karena sama saja kita masih berbuat dosa, bisa masuk dalam kategori zina bathin dan zina tangan.

Baper yang memang tidak sengaja, menurut saya sedikit wajar, tapi baper yang memang di buat-buat, hal ini jelas menghambat proses hijrah kita.

Jika kita meniatkan untuk berhijrah hindarilah melihat atau mendengar sesuatu yang mengingatkan  kita pada masa lalu, yang tentunya itu bisa membuat kita berdosa. tentunya harus kita hindari.

hindari nonton TV yang tidak berguna, apalagi sinetron, tidak recomend. hindari chat dengan lawan jenis. hal ini jarang di perhatikan oleh mereka yang ngakunya sudah berhijrah, padahal dari sinilah bisa timbul kembali fitnah. dan dari sini juga kita bisa kembali melakukan dosa yang lama.

jika kita mengaku sedang berhijrah, meninggalkan chat dengan lawan jenis adalah hal yang di haruskan, jangan sampai sudah mengaku hijrah tetapi masih chat dengan lawan jenis.

Ya hijrah memang butuh perjuangan, bukan hanya sekedar ucapan dan merubah penampilan, tetapi luar dalam harus benar-benar hijrah.

Perlu di ingat, jika kita ingin benar-benar berhijrah, hindarilah dosa walaupun itu kecil, terkadang dosa itulah yang menghambat kita untuk bisa istiqomah berhijrah. hal ini sudah saya alami dan saya perhatikan sendiri, walaupun saya belum bisa istiqomah, yang saya tulis ini merupakan pengalaman saya sendiri.

Realita

Sedikit saya membahas lingkungan saya, banyak mereka yang berhijrah hanya karena putus dengan pacar, dan ujung-ujungnya mereka tidak lama mereka berpacaran kembali dengan orang lain. yang saya herankan, selain mengaku berhijrah, mereka juga membuat caption Jomblo sampai halal. hem.. apakah ini hanya sebagai penutup rasa gengsi pada teman?

Jika ingin behijrah ya tulus dari hati, Allah menilai kita lahir bathin loh gays, jangan suka main-main, atau kita yang akan di permainkan.

walaupun belum bisa istiqomah, tetaplah berusaha, Jadilah pemuda yang berbeda tetapi taat terhadap Allah.

Tulisan saya ini hanya berdasarkan pengalaman yang saya share untuk pembelajaran kita sama-sama, buat yang belum hijrah semoga mendapat hidayah, buat yang sudah dari dulu semoga tetap terjaga keistiqomahannya, buat yang masih berusaha, ayo sama-sama berjuang. semoga kita bisa bertemu Rosulullah SAW bersama. Amin
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Apa Komentarmu