Rabu, 21 Maret 2018

Setelah Hijrah Dan Merubah Diri


Assalamu'alaikum Wr. Wb
Sekarang sudah banyak sekali Gerakan Pemuda Hijrah di Indonesia, salah satu gerakan pemuda hijrah adalah SHIFT, yang di dirikan oleh Ustad Hanan Attaqi, Lc. dan teman-temannya. bisa di bilang SHIFT sudah banyak sekali pengikutnya. Markasnya Di Masjid An-Nur Bandung. dan sering mengadakan sharing atau kajian yang hampir semua yang mengikuti adalah pemuda-pemuda yang sedang belajar Hijrah.

Loh, kenapa yang saya bahas SHIFT? hehe... karena SHIFT juga berperan dalam proses hijrah saya, jadi saya sedikit membahas. nah, apa sih Pemuda Hijrah?

Pemuda hijrah disini adalah kiasan, yang arti sebenarnya Hijrah adalah berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya, sedangkan di kasus ini, maksud disini adalah pemuda yang berhijrah dari yang dulunya sering bermaksiat atau berbuat yang di murkai Allah menjadi pemuda yang meninggalkan maksiat yang selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam arti kiasan dari hadist An nasai, Hijrah berarti meninggalkan sesuatu yang di larang Oleh Allah dan Rasulnya.

Disini saya hanya ingin bercerita tentang pengalaman berhijrah saya, dan pandangan saya terhadap pemuda-pemuda yang berhijrah. perlu di ketahui, bahwasanya ini hanya pendapat saya, yang saya kumpulkan menurut fakta dan kejadian yang pernah saya alami dan kejadian pemuda hijrah lainnya yang bercerita kepada saya. jika kalian berbeda pendapat silahkan komen di bawah, biar bisa sama-sama sharing.

Awal saya hijrah adalah di mulai dari putusnya saya dengan pacar saya, kurang lebih 2 tahun lalu. dari kesendirian yang membuat saya frustasi itulah yang membuat saya untuk mencari ketenangan tampa harus berbuat negatif.

Saya bilang negatif karena banyak orang yang malah terjerumus ke dalam kesesatan ketika putus dengan pacarnya, salah satunya mabuk-mabukan. Alkhamdulillah sampai saat ini Allah masih menjaga saya dari berbuat mabuk.

Suatu ketika seorang guru memberikan sebuah vidio ceramah dari Ust. Yusuf Mansur. Ntah ada angin apa tiba-tiba saya menyukai ceramah. Gaya khas ustad Yusuf dalam ceramahnya yang selalu membawa tema Sedekah, yang ujung-ujungnya mengajarkan tentang keyakinan kepada Allah membuat saya tertarik untuk mencoba mengamalkan ajaran yang di ajarkan oleh ustad Yusuf.

Sedikit demi sedikit mengajarkan amalannya, perubahan terasa pada diri ini. Dari hati yang takut dan sakit hati karena kehilangan orang yang di cintai, tiba-tiba hati menjadi tenang. " Sebenarnya ketenangan datang ketika kita mau Ridho dengan ketentuannya. "

Tidak hanya menjadi tenang, hati ini juga merasa menjadi Gede dan sadar bahwa semua sudah di atur oleh Allah SWT. " Jika Allah bisa menggerakan hati untuk saling mencintai, apa susahnya Allah menggerakan hati untuk saling membenci. "

Setelah aku sadar dari Cinta yang salah, yang di bangun atas Cinta palsu dan haram dalam bingkai bernama pacaran. aku lebih memfokuskan untuk mencari cinta yang sesungguhnya. yaitu Cinta kepada Allah dan Rasulnya.

Menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah dan Rasul memang sedikit susah, hal ini di karenakan kita lebih fokus melihat keindahan orang ketimbang melihat keindahan Allah dan Rasulnya. Padahal cinta sejati akan di datangkan Allah jika kita berhasil mencintai Allah dan Rasulnya.

Rutin melihat dan mendengar ceramah ustad Yusuf di Youtube, hingga aku melihat judul indah pengajian tentang pemuda yang di bawakan ustad Hanan Attaqi, Lc. Dari sinilah keyakinan berhijrah bertambah. Awal-awal hijrah memang kita akan merasa seperti malaikat, dan melihat manusia yang belum hijrah se-akan-akan mereka itu neraka. ya itu yang kebanyakan mereka rasa ketika pertama berhijrah.

Hal yang sering di lupakan perempuan ketika mereka berhijrah adalah tidak menghindari Chat dengan laki-laki, begitupun sebaliknya. padahal berhijrah bukan tentang yang bisa di lihat secara umum, tapi perlakuan kita di dalam dan di luar pun harus sama baiknya. jangan sampai kita merasa berhijrah tapi kenyataannya kita masih stuck di tempat itu.

Ya memang semua bertahap, tapi tetap untuk mengusahakan full hijrah. saya sendiri tidak merasa paling baik, tapi tulisan ini saya buat untuk sharing dan muhasabah.

Jika kita merasa rajin beribadah : Puasa, Sholat, Sedekah dan yang lainnya tetapi kita masih pacaran, sebenernya kita masih stuck di situ. dan kita punya masalah dengan akidah kita. itulah sedikit tulisan yang saya ambil dari ucapan Ustad Abdul Somad, Lc. MA.

Awal proses hijrah dari meninggalkan dunia pacaran terkadang juga meninggalkan pertanyaan bagaimana kita bisa mengenal calon pasangan kita? Bagaimana bisa menikah jika tidak kenal? ya banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang kaitannya dengan hal itu. sehingga timbul rasa tidak yakin kita pada Allah. padahal perasaan seperti itu timbul karena bisikan setan yang meninmbulkan rasa was-was. maka sering-sering saja membaca surat An-nas, dan sering-sering pula mencharger iman dengan mendengarkan ceramah-ceramah agama.

" Jika Allah saja bisa menggerakan hati ribuan orang untuk datang ke sebuah majlis, apa susahnya Allah menggerakan satu hati untuk datang ke rumah? " Ust. Hanan Attaqi, Lc.

Ketika proses hijrah pun tidak luput dengan namanya ujian, tapi yang perlu kita yakini bahwa kita punya Allah. jika Allah saja menolong hambanya yang sedang berbuat maksiat, apalagi kita yang sedang belajar untuk berhijrah.

Sebagaimana kisah Rosulullah SAW dulu hijrah, banyak sekali rintangan dan ujian yang di hadapi Rosulullah SAW, baik dari cacian, hinaan, bahkan sampai di lempari batu. begitu beratnya perjuangan Rosulullah SAW dulu.

Semoga saja kita selalu di berikan keistiqomahan dalam berbuat kebaikan, walaupun tidak semua orang bisa menghargai kita. tapi setidaknya kita masih di hargai oleh Allah. itulah sedikit sharing dari saya, semoga bermanfaat, Banyak kesalahan mohon maaf, jika ada kekeliruan mohon di betulkan Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Apa Komentarmu