Senin, 19 Maret 2018

Pemuda Muslim Ayo Membuka Usaha Sendiri, Sangat Penting


Assalamu'alaikum Wr. Wb
Kehidupan pemuda-pemudi islam seakan-akan berhenti kisahnya jika kita membahas kepada masalah pekerjaan di desa. Ini adalah gambaran di desa saya, entah di desa yang lain. Apalagi kalo melihat ke sisi ketrampilan yang mereka punya.

Banyak dari mereka yang palah hanya mengandalkan musim, dengan menjadi buruh tani di sawah ketika panen. hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang ilmu Dunia dan kurangnya pendidikan ketrampilan yang di ajarkan oleh sekolah ataupun memang kurang minatnya pemuda-pemudi islam terhadap dunia wirausaha, sehingga mereka acuh tak acuh terhadap masa depan mereka.

Kebanyakan dari mereka lebih suka menunggu ada pekerjaan, baru bekerja dan mendapatkan uang. tentu hal ini sangat di sayangkan, apalagi pemuda dan pemudi adalah aset terbesar dari Agama dan bangsa ini. bagaimana tidak, maju atau tidaknya suatu bangsa atau negara di tentukan oleh pemudanya.

Saya berfikir seakan-akan pemuda di sekitar saya terlahir dengan garis seorang kuli. yang hanya bisa membarter waktu dengan uang. padahal menurut saya presepsi ini salah. menurut saya, kurangnya minat mereka terhadap dunia wirausaha karena kurangnya pengetahuan tentang wirausaha.

Memang kalo melihat dari sisi gelap, di desa hanya bisa bekerja di sektor tani, seperti menggarap sawah. sehingga hal ini juga yang menjadi penyebab pemuda desa lebih suka menunggu panen atau mearntau ketika selesai panen.

Sebagai seorang pemuda desa, yang lahir dan tumbuh di desa, terkadang membuat saya bingung akan minimnya lapangan pekerjaan. Selain pekerjaan, Market pasar juga sedikit, hal ini membuat penghasilan kemungkinan akan sedikit masuk jika berwirausaha di kampung atau di desa. sehingga akan timbul rasa kekecewaan jika berwirausaha di desa.

Bagi saya, hal itu sangat tidak memungkinkan bekerja ataupun berwirausaha di desa dengan mengharap profit lebih.

pemandangan yang terlihat di desa hanyalah sebuah pemuda yang lulus sekolah SMA sederajat pergi merantau. dan pulang ketika musim panen tiba. menurut perhitungan saya, di desa sekitar saya setelah lulus SMA sederajat 15% Kuliah, 15% Mencari Ilmu ke pesantren, 50% Bekerja merantau atau di desa, 17% Nganggur, 2% menikah, dan 1% Mencoba Berwirausaha. itu hanya hitungan saya, Bisa lain di mata orang.

Yang menjadi permasalahan bagi saya adalah kenapa pemuda malah banyak yang bekerja ketimbang mencoba merintis usaha sendiri. munkin ok, mereka bekerja menacari modal, tapi kenyataannnya hanya nol koma berapa persen yang benar-benar kerja untuk mencari modal. kebanyakan dari mereka bekerja merantau lalu pulang menghabiskan uang lalu berangkat kerja lagi merantau, dan pulang lagi. seperti itu terus menerus.

Hal ini pun tetap terjadi sampai mereka menikah, padahal sangat tidak di anjurkan seseorang yang sudah berumah tangga pergi dari keluarganya dalam waktu yang lama.

Dalam artikel disini saya tidak bermaksud menyombongkan diri, tapi saya hanya miris melihat kampung saya. yang seakan-akan tidak ada pemudanya. selain itu, para pemilik toko-toko retail disni adalah para pendatang baru yang kebanyakan adalah orang-orang china keturunan.

Ini kan sangat tidak adil, sebagai pribumi kita hanya menjadi penonton di tanah kita sendiri. selain itu saya juga sangat menyayangkan untuk pemuda-pemuda islam, seperti yang kita ketahui sendiri, ekonomi kita di pegang dan di kendalikan oleh mereka yang beragama non muslim. padahal kita adalah mayoritas.

bukan maksud saya memprovokasi, tapi ini masalah keimanan. saya ingin memberikan semangat kepada mereka saudara-saudara sesama muslim, bagi kalian yg bukan muslim, kalian juga saudaraku, yaitu saudara sebangsa dan setanah air.

Sedikit pandangan saya terhadap membuka peluang usaha atau membangun usaha di desa, menurut saya, walaupun membuka usaha di desa kemungkinan untung besarnya sangat kecil. tapi tidak salahnya kita coba.

dengan adanya media sosial sejatinya malah akan membuat kita bisa mudah memasarkan usaha kita, dan malah bisa sekalian mengenalkan desa kita. bukankah para ulama bangga pada desa-desa mereka?

sebenarnya, kita bisa meningkatkan untung usaha kita di desa dengan cara pintar-pintar kita mencari celah untuk memasarkan sehingga bisa tertarget kepada konsumen. munkin dengan ilmu copywriting sedikit bisa menambah penghasilan kita.

Selain itu Doa juga sangat penting perannya dengan usaha yang kita geluti. buat apa kita usaha jika usaha kita palah menjauhkan kita dari sang pencipta.

Saya membuat artikel ini sebenarnya terinspirasi dari teman-teman facebook yang sudah banyak memulai usaha mereka dengan berjualan Online via Facebook. saya sangat mengapresiasi mereka, walaupun mereka hanya seorang Dropshipper ataupun Reseller.

Sebenarnya dengan kita memulai usaha sudah termasuk dalam suatu persiapan kita untuk menyiapkan hari tua. tidak mukin juga kita tua harus bekerja terus. maka jalan satu-satunya hanya dengan berwirausaha.

berawal dari usaha kecil kita bisa membuat usaha yang besar. seperti yang kita tahu. kita lahur juga dari kecil dan berproses menjadi besar. namun sebelum memulai Berwirausaha, perlu di ingat. semua proses pasti akan ada pahit manisnya. jadi jangan mudah menyerah dan tetap semangat berbisnis. Good Luck. Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Apa Komentarmu